HomeBlogValid ! Ini Cara Janjian Dengan Customer Valid
cara janjian dengan customer

Valid ! Ini Cara Janjian Dengan Customer Valid

Blog 0 0 likes 13 views share

Cara Janjian Dengan Customer Membangun sebuah bisnis tentunya dibutuhkan upaya gigih untuk mendapatkan relasi bisnis maupun konsumen dari produk yang kita miliki. Khususnya pada bahasan kali ini, muncul pertanyaan tentang bagaimana menjalin sebuah relasi yang kemudian dilanjutkan pada proses perjanjian dengan para klien ? Cerap pada penjelasan berikut ini,

Cara Janjian Dengan Customer

Pertemuan dengan customer  atau klien bisnis adalah tahap dimana kita bisa memaparkan secara komplit mengenai produk yang dimiliki. Keuntungan dari momentum ini adalah Anda tentu bisa menggaet partner bisnis maupun konsumen dengan pendekatan yang intens dan efektif.

Namun sebelum itu, tentu ada persoalan yang kadang mengganjal, yakni terkait dengan cara membuat janji pertemuan dengan para klien tersebut. Disini, Bigbi Inti akan memberikan tips bagi Anda agar tepat ketika menjalin janji bisnis dengan customer.

1. Melakukan Pra-Pendekatan

Bigbi Inti mendefinisikan tahap pra-pendekatan dengan suatu kesempatan dimana Anda harus mencari informasi terkait narahubung klien yang akan Anda sasar. Kegiatan riset sederhana ini perlu Anda lakukan untuk mendapatkan data terkait kebutuhan strategis. Dengan memperoleh berbagai informasi, Anda bisa menyusun perencanaan program promosi, kemudian janji temu.

Era digital ini memungkinkan Anda untuk bisa mengakses kecanggihan teknologi melalui banyak platform, baik media sosial, maupun kanal khusus untuk urusan pekerjaan/ bisnis (seperti LinkedIn).

2. Jangan Buru-buru Menelepon Klien

Setelah Anda mendapatkan informasi yang cukup terkait calon customer  Anda. Jangan buru-buru untuk langsung menelepon klien dengan ambisi tinggi. Anda perlu memperhatikan etika komunikasi yang baik. Hendaknya, Anda dapat mengirim pesan singkat untuk mengawali pembicaraan, baik dengan SMS, pesan Whatsapp  dan lain sebagainya.

Muatan pesan singkat yang dimaksud bisa dirancang se-substansial mungkin. Artinya, Anda jangan bertele-tele ketika mengirim pesan tersebut. Paparkan identitas sederhana Anda (nama, asal perusahan), paparkan deskripsi singkat tawaran Anda, kemudian berikan undangan berupa sebuah bridging  pada maksud utama, yakni ingin menelepon customer  pada waktu yang disepakati.

3. Awali Dengan Dialog Ringan

Setelah mendapatkan kesesuaian waktu bersama, Anda bisa menelepon klien pada waktu yang tepat. Setelah itu, Anda dapat membuka percakapan dengan bahasan ringan nan humanis kepada klien. Hasil data yang Anda peroleh ketika berkelana mendapatkan informasi klien pada pra-pendekatan, akan turut menyongsong pembicaraan awal tersebut.

Secara spesifik, Anda bisa bertanya terkait kabar, kesibukan dan kebutuhan bisnis yang sedang dialami oleh customer. Hal ini akan membuka kesempatan untuk mendapatkan respect  dari klien atas antusias kita menjalin komunikasi dengannya.

4. Paparkan Maksud Secara Singkat

Setelah mendapatkan nuansa afeksi dari customer, Anda kemudian dapat menghubungkan pada maksud dan tujuan Anda menelepon. Anda bisa memulai untuk menjelaskan ajuan bisnis dengan bermaksud membuat janji temu secara langsung dengan customer.

Pembicaraan singkat dan proporsional akan menuntun Anda agar tidak sampai ditanya dengan pertanyaan-pertanyaan menjebak. Sekali lagi, Anda harus memperhatikan terhadap efektivitas dengan mempertimbangkan informasi pra-pendekatan tentang siapa sosok yang dihadapi.

Baca Juga : Ini Motivator Indonesia Paling Energik !

5. Dapatkan Kesesuaian Janji Temu

Pasca menjelaskan maksud singkat Anda atas bisnis yang ditawarkan, Anda bisa memulai pembicaraan mengenai kesepakatan waktu dan lokasi temu. Pastikan bahwa Anda dan klien bisa bertemu dengan leluasa tanpa agenda dan kesibukan masing-masing. Apabila memang darurat, Anda bisa menawarkan opsi tambahan berupa jadwal ganti apabila Anda atau customer  benar-benar sibuk mendesak.

Setelah itu, Anda dapat mengkonfirmasi kembali kesepakatan yang telah ditemukan untuk pertemuan secara langsung. Kalau perlu, Anda juga bisa menawarkan pertanyaan pamungkas pada akhir telepon.

6. Tutup dengan Rasa Terima Kasih

Untuk menutup perbincangan di telepon, Anda bisa mengutarakan kebahagiaan dengan ucapan terima kasih telah diterima untuk bertemu secara langsung. Dalam hal ini, Anda pun sudah mendapatkan empati tinggi dari klien untuk dimanfaatkan secara baik dalam pertemuan berikutnya.

Siapkan mentalitas dan perencanaan bisnis Anda secara efektif dan efisien, guna meyakinkan customer  untuk mau berbisnis dengan Anda.

Artikel Cara Janjian Dengan Customer

Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk melakukan memperluas jaringan bisnis, utamanya dalam membuat kesepakatan temu dengan para customer. Anda bisa berkonsultasi terkait problem komunikasi bisnis Anda bersama kami melalui narahubung yang telah tersedia.

Silahkan Bagikan Kepada Orang Terkasih Anda 🙂 🙂 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *